nurse

nurse
profesional nurse

Rabu, 09 Juli 2014

Manfaat Puasa bagi Kesehatan

Berpuasa, baik dilihat secara medis maupun psikologis memang mempunyai beragam manfaat. Selain manfaat di atas, berpuasa juga menjadikan indra penglihatan terasa lebih muda atau lebih jelas, dapat membersihkan badan dari berbagai penyakit, berpuasa juga dapat menurunkan kadar lemak dan tekanan darah tinggi, serta  dapat lebih mampu mengendalikan nafsu seksual. Selain itu, dengan berpuasa akan membuat badan sehat dengan sendirinya karena dengan berpuasa akan memperbaiki metabolisme tubuh dan juga dapat mengendorkan ketegangan jiwa. Berpuasa juga bermanfaat untuk menajamkan fungsi indrawi serta dapat mengendalikan kemauan diri sendiri dan dapat memperlambat proses penuaan.
Dengan semua manfaat dalam yang bisa didapat dari berpuasa, maka jadikanlah puasa sebagai momentum yang sangat baik untuk meningkatkan kesehatan tubuh secara medis. Karena selama menjalankan puasa, terjadi perubahan drastis dalam pola asupan kalori, hal tersebut dapat dimanfaatkan untuk memberikan efek kejut bagi metabolisme badan kita dalam membakar lemak lebih banyak.
Berpuasa mempunyai efek kesehatan seperti: membangun sistem kekebalan tubuh (imunitas), sistem reproduksi, sistem pencernaan, dan masih banyak lagi. Jika seseorang berpuasa, menurut penelitian para ahli kesehatan, maka akan terjadi dua peristiwa penting di dalam tubuhnya. Pertama, rekonstruksi sel-sel tubuh. Dr. Abdul Jawwad Ash-Shawi menyatakan bahwa zat asam amino dalam tubuh akan membentuk infra struktur sel-sel tubuh. Ketika seseorang berpuasa, asam-asam yang baru terbentuk dari makanan ini akan berkumpul dengan asam-asam hasil dari proses pencernaan.
 dengan berpuasa juga akan mendatangkan manfaat lain, seperti:
  1. Berpuasa dapat menjaga keseimbangan nutrisi tubuh
Menurut para pakar nutrisi dunia yang merangkum info kesehatan terbaru menyebutkan bahwa kelaparan (starvasi) sebagai kekurangan nutrisi baik secara total atau sebagian dalam jangka panjang atau jangka pendek. Sedangkan konsep berpuasa secara substansial adalah menahan diri  tidak makan, minum dan berhubungan suami istri mulai terbit fajar hingga terbenam matahari dengan disertai niat. Sehingga berpuasa mempunyai perbedaan dibandingkan kelaparan biasa. Kelaparan dalam berbagai bentuk dapat mengganggu kesehatan tubuh. Namun sebaliknya, ketika seseorang berpuasa justru terjadi keseimbangan nutrisi yang berakibat asam amino dan berbagai zat lainnya membantu peremajaan sel dan komponennya memproduksi glukosa darah dan mensuplai asam amino dalam darah sepanjang hari. Cadangan protein yang cukup dalam hati karena asupan nutrisi saat buka dan sahur akan tetap dapat menciptakan kondisi tubuh untuk terus memproduksi protein esensial lainnya seperti albumin, globulin dan fibrinogen.
Hal ini tidak terjadi pada kelaparan jangka panjang, karena terjadi penumpukan lemak dalam jumlah besar, sehingga beresiko terjadi sirosis hati. Sedangkan saat puasa di bulan ramadhan, fungsi hati masih aktif dan baik.
  1. Berpuasa bagus untuk kesehatan jantung
Serangan jantung merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti oleh kebanyakan orang didunia, apalagi di Indonesia dengan jumlah perokok aktif yang terus makin meningkat jumlahnya setiap tahun. Penyakit jantung merupakan ancaman yang nyata bagi kesehatan dan hidup anda. Dan berpuasa mempunyai manfaat yang sangat baik bagi kesehatan jantung, saat seseorang berpuasa, tubuhnya secara alami akan melakukan peningkatan HDL (kolesterol baik) dan penurunan LDL (kolesterol buruk) yang menurut para peneliti hal tersebut adalah baik bagi pembuluh darah dan kesehatan jantung.
  1. Berpuasa baik untuk menjaga psikologi
Selain menahan haus dan lapar, berpuasa juga mengharuskan kita menahan marah. Hal tersebut akan membuat keadaan psikologis seseorang menjadi lebih tenang dan terkontrol serta secara ilmiah terbukti dapat menurunkan kadar adrenalin di dalam tubuh. Dengan menurunnya adrenalin akan berdampak baik pada tubuh seperti: kontraksi empedu yang lebih baik dan mencegah pembentukan kolesterol dimana hal ini bisa mengurangi resiko terserang penyakit pembuluh darah, otak dan jantung seperti stroke, jantung koroner dan lainnya.
  1. Berpuasa menjadikan pikiran lebih kreatif
Berpuasa akan membuat pikiran seseorang menjadi lebih tenang dan juga melambat, dan menurut para peneliti ternyata pikiran yang melambat ini justru membuat pikiran  bekerja lebih tajam. Selain itu jika ditinjau dari segi insting, rasa lapar merupakan masalah kelanjutan hidup sehingga wajar jika rasa lapar memaksa kita untuk berpikiran lebih kreatif.
Hal tersebut juga telah dibuktikan dengan suatu studi kasus pada sekelompok mahasiswa di University of Chicago yang diberi instruksi untuk berpuasa selama tujuh hari. Selama jangka waktu itu, terbukti bahwa kewaspadaan mental para relawan dalam studi kasus tersebut meningkat dan mereka mengalami kemajuan dalam berbagai penugasan kampus mendapat nilai yang memuaskan.
  1. Berpuasa dapat meningkatkan kemampuan seksual
Sebuah studi kasus yang meneliti mengenai hubungan puasa dengan kadar hormon seksual pia (testoteron), lemotin (LH) dan perangsang kantung (FSH) membuktikan, bahwa berpuasa memang dapat menurunkan hormon testoteron dan menurunkan nafsu seksual. Namun hal ini hanya bersifat sementara, bahkan setelah seseorang berpuasa beberapa hari siklus justru meningkatkan produksi hormon testosteron dan membuat kemapuan seksual meningkat pesat.
  1. Mengurangi Kegemukan dan mencegah obesitas
Secara ilmiah berpuasa juga bermanfaatuntuk menurunkan berat badan. Ketika berpuasa usus-usus dalam tubuh akan menjadi lebih bersih dari sisa-sisa makanan, Endapan makanan inilah yang akan berubah menjadi lemak di bagian perut. Selain itu, dengan berpuasa juga dapat memperbaiki sistem pencernaan secara keseluruhan, sehingga jalannya metabolisme makanan dalam perut dan buang air menjadi lebih sehat dan lancar.
  1. Berpuasa dapat mencegah terjadinya penyakit mental
Di dalam otak terdapat fungsi penyehat dan pembersih otak dengan bantuan sel yang disebut neuroglial cells. Saat seseorang berpuasa, sel-sel neuron yang sakit dan mati, akan “dimakan” oleh sel-sel neuroglial ini, yang mana hal tersebut akan bermanfaat pula pada kesehatan mental seseorang. Bahkan, seorang ilmuwan kejiwaan yang bernama Dr. Ehret mengatakan bahwa: beberapa hari berpuasa akan memberikan dampak pada kesehatan fisik dan lebih lanjut untuk mendapatkan kesehatan mental, seseorang harus menjalani puasa lebih dari 21 hari.
  1. Kekebalan Tubuh Yang Meningkat
Dengan berpuasa kekebalan tubuh/ imunitas seseorang tidak akan melemah, namun justru akan meningkat. Hal tersebut telah dibuktikan dengan sebuah penelitian yang sudah diketahui secara umum, yaitu ketika seseorang berpuasa maka akan terjadi peningkatan jumlah limfosit hingga 10 kali lipat di dalam tubuhnya, hal inilah yang memberikan pengaruh besar terhadap meningkatnya sistem kekebalan tubuh, sehingga dengan berpuasa justru akan menghindarkan seseorang dari berbagai virus yang berbahaya, baik dari luar tubuh  (lingkungan) atau pun dari dalam (makanan yang dikonsumsi).
  1. Berpuasa menyehatkan ginjal
Ginjal merupakan organ tubuh yang bertugas untuk menyaring zat berbahaya dari apa pun yang kita makan dan minum. Ketika seseorang berpuasa membuat akan membuat ginjal semakin sehat. Hal ini disebabkan karena fungsi ginjal akan dapat bekerja maksimal jika kekuatan osmosis urin mencapai 1000 sampai 12.000 ml osmosis/kg air, dan satu-satunya cara yaitu dengan mengurangi asupan air yang masuk ke dalam tubuh yaitu ketika berpuasa.
  1. Berpuasa dapat mencegah diabetes
Obesitas (kegemukan), kolesterol tinggi, diabetes dan penyakit yang diakibatkan kelebihan nutrisi lainnya adalah hasil dari tubuh yang mengalami kelebihan kolesterol dan kadar gula darah. Jika seseorang menjalankan puasa maka konsumsi makanan berlemak dan gula dapat lebih seimbang dan terkontrol. Dengan begitu, akan membawa dampak yang baik untuk menjaga keseimbangan kolesterol dan kadar gula tersebut.
  1. Berpuasa dapat meringankan nyeri sendi
Berpuasa secara teratur juga dapat meningkatkan sel penetral alami di dalam tubuh. Hal ini yang akan membuat nyeri sendiberangsur-angsur sembuh. Sebuah penelitian telah mendeteksi adanya hubungan antara meningkatnya kemampuan sel penetral (pembasmi bakteri) dengan membaiknya radang sendi (penyebab nyeri sendi).

Kamis, 17 April 2014

Peningkatan SDM Tenaga Perawat


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sumber Daya Manusia merupakan faktor dan strategi bagi tercapainya keberhasilan pembangunan suatu bangsa. Agar suatu bangsa dapat bersaing dengan Negara lain, tentu harus meningkatkan sumber daya manusianya diberbagai bidang. Apalagi di era globalisasi nanti yang diwarnai dengan semakin ketatnya daya saing antar Negara. Khususnya perawat, pengembangan Sumber Daya Manusia harus di tekankan pada kompetensi dan skill yang mumpuni.
  Beberapa tahun terakhir ini, kabar pengiriman tenaga kesehatan Indonesia ke luar negeri, khususnya perawat, menjadi perbincangan yang cukup hangat di berbagai kalangan. Di tengah semakin meningkatnya jumlah pengangguran terdidik dari tahun ke tahun, tentu merupakan hal yang melegakan bahwa perawat dari Indonesia dapat berpeluang bekerja di luar negeri seperti Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di Benua Eropa (Inggris, Belanda, Norwegia), Timur Tengah (Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Kuwait) dan kawasan Asia Tenggara (Filipina, Singapura, Malaysia). Jumlah permintaan berkisar antara 30 orang sampai dengan tidak terbatas.
Namun, di lain sisi hal ini menimbulkan kekhawatiran bahwa masyarakat kita menerima pelayanan keperawatan dari tenaga perawat dengan kualitas yang berbeda. Lebih lanjut, rasio jumlah perawat Indonesia per 100.000 penduduk masih jauh di bawah negara tetangga seperti Filipina, Malaysia, atau Thailand. Kekurangan tersebut menyebabkan mereka lebih memfokuskan pada bagaimana menghasilkan perawat yang lebih banyak, bukan untuk meghasilkan perawat yang lebih berkualitas.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian SDM ?
2.      Apa saja faktor penghambat SDM tenaga perawat tidak berkembang ?
3.      Bagaimana perawat menghadapi tantangan di era globalisasi ?
C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui bagaimana sumber daya manusia di bidang kesehatan.
2.      Untuk mengetahui faktor yang menghambat sumber daya manusia tenaga perawat tidak berkembang.
3.      Untuk mengetahui bagaimana persiapan perawat dalam menghadapi tantangan di era globalisasi.





BAB II
PEMBAHASAN
A.    Sumber Daya Manusia Di Bidang Kesehatan
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan sebuah potensi yang harus dimiliki oleh setiap manusia untuk menunjukkan eksistensinya dalam kehidupan yang berkelanjutan supaya tidak tertinggal oleh perkembangan zaman. Sumber Daya Manusia akan lebih mudah dimengerti sebagai bagian dari sistem yang membentuk suatu organisasi. Rendahnya Sumber Daya Manusia suatu bangsa dapat disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya disebabkan oleh kurangnya penguasaan tentang IPTEK, karena sikap mental dan penguasaan IPTEK dapat menjadi subyek atau pelaku pembangunan yang handal.
Sumber Daya Manusia tidak hanya dibutuhkan di bidang ekonomi atau bidang yang lain saja, bidang kesehatan juga membutuhkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Tenaga kesehatan, khususnya perawat, dituntut untuk memberikan pelayanan keperawatan yang maksimal kepada setiap pasiennya. Jika Sumber Daya Manusia seorang tenaga perawat tidak berkembang atau mengalami kemunduran, maka hasilnya adalah tidak dapat memberikan pelayanan keperawatan yang berkualitas. Apalagi dalam menghadapi pasar bebas atau yang disebut juga era globalisasi, seorang perawat harus mempunyai daya saing.
Tantangan profesi perawat di Indonesia dimulai pada abad 21 hingga sekarang. Tantangan tersebut tidak hanya dari eksternal saja melainkan juga dari internal. Untuk menjawab tantangan-tantangan itu diperlukan adanya komitmen dari semua pihak yang terkait dengan profesi perawat, seperti organisasi profesi, lembaga pendidikan keperawatan, juga tidak kalah pentingnya peran serta pemerintah. Pemerintah berperan penting sebagai fasilitator untuk menyiapkan calon tenaga perawat dengan kualitas Sumber Daya Manusia yang mumpuni baik dari segi kompetensi dan skill.
B.     Faktor Penghambat SDM Tenaga Perawat Tidak Berkembang
Perdagangan jasa pada era globalisasi akan berlangsung secara bebas. Tiap negara, apabila memiliki kemampuan, dapat saja memperluas kegiatan usaha bidang jasanya ke negara lain. Kelemahan bagi negara yang sedang berkembang yaitu liberalisasi perdagangan jasa ternyata lebih banyak mendatangkan dampak negatif. Mudah dipahami, karena daya saing kebanyakan industri jasa di banyak negara yang sedang berkembang mutu sumber dayanya rendah, terbatasnya kemajuan ilmu dan tehnologi. Begitu era globalisasi mulai berlaku akan menimbulkan banyak masalah dan kerugian.
Inti pokoknya adalah perdagangan bebas telah dapat dipastikan akan berlangsung di Indonesia. Salah satu dari era globalisasi tersebut adalah dalam bidang jasa, yang didalamnya termasuk pelayanan keperawatan. Pada era globalisasi yang akan datang diduga akan banyak ditemukan sarana dan tenaga kesehatan/keperawatan asing yang akan bekerja di Indonesia.
Di Indonesia sendiri, Badan Pengembangan dan Pemberdayaan kesehatan SDM Kesehatan (PPSDM Kesehatan) melaporkan bahwa jumlah terbesar Tenaga Kesehatan Profesional Indonesia (TKPI) yang telah bekerja di luar negeri mulai 1989 sampai dengan 2003 adalah perawat (97.48% dari total sebanyak 2494 orang). Meskipun jumlah perawat yang bekerja di luar negeri menempati prosentase terbesar dibandingkan tenaga kesehatan yang lain, masih terdapat beberapa poin penting yang perlu menjadi perhatian dan ditanggulangi mulai dari saat ini.
Poin penting yang menjadi kekhawatiran di profesi perawat yaitu timbulnya asumsi bahwa masyarakat mendapatkan pelayanan keperawatan dari tenaga perawat dengan kualitas Sumber Daya Manusia yang rendah, karena tenaga perawat yang memiliki kualitas kompetensi dan skill yang tinggi lebih memilih bekerja di luar negeri
Sebenarnya ada banyak faktor yang mengakibatkan kualitas tenaga  perawat yang bekerja di dalam negeri tidak berkembang dibandingkan dengan tenaga perawat yang bekerja di luar negeri, diantaranya adalah :
1.      Adanya keterbatasan sarana dan pra-sarana di bidang pendidikan keperawatan.
2.      Adanya kendala dari segi fasilitas dan alat-alat untuk praktek keperawatan yang tidak lengkap.
3.      Tidak banyak tenaga perawat yang dapat menguasai IPTEK.
4.      sedikitnya calon perawat ataupun tenaga perawat yang mampu berbahasa asing (bahasa inggris), karena calon perawat maupun tenaga perawat kurang mendapatkan pengetahuan bahasa asing pada saat menjalani pendidikan.
5.      Mutu lulusan pendidikan keperawatan yang belum sesuai dengan pelayanan, dimana masih banyak lembaga pendidikan keperawatan yang lulusannya tidak dipertanggung jawabkan.
6.      Tenaga perawat dengan keterampilan yang bagus lebih memilih bekerja di luar negeri ketimbang mendedikasikannya dengan cara bekerja di dalam negeri.
Terlepas dari issue pasar bebas atau globalisasi, Sumber daya Manusia di bidang kesehatan, khususnya tenaga perawat memang sudah harus dibenahi dari sekarang supaya tidak semakin menurun. Selain itu, kekhawatiran terjadinya brain drain juga perlu dicermati.
Brain drain adalah berpindahnya tenaga profesional yang terampil dari negara asal ke negara lain dimana mereka dapat memperoleh lebih banyak keuntungan seperti keuangan. Di Filipina, misalnya, yang merupakan salah satu pengirim tenaga perawat terbesar, kekhawatiran tersebut mulai terjadi. Bahkan di sana, tenaga kerja dari profesi lain pun sangat berminat untuk belajar menjadi perawat agar selanjutnya dapat bekerja di luar negeri.
Di Indonesia usaha mencegah perawat untuk bekerja di luar negeri dapat menimbulkan pertanyaan, misalnya tentang hak asasi untuk bekerja dan juga menghilangkan kesempatan untuk dapat belajar pengetahuan dan ketrampilan yang berguna dari negara lain untuk selanjutnya diaplikasikan di negara asal.

Selasa, 01 April 2014

Jenis-jenis Cairan Infus


A.    TIPE-TIPE CAIRAN
1.      Cairan / larutan yang digunakan dalam terapi intravena berdasarkan osmolalitasnya dibagi menjadi:
a.       Isotonik
Suatu cairan/larutan yang memiliki osmolalitas sama atau mendekati osmolalitas plasma. Cairan isotonik digunakan untuk mengganti volume ekstrasel, misalnya kelebihan cairan setelah muntah yang berlangsung lama. Cairan ini akan meningkatkan volume ekstraseluler. Satu liter cairan isotonik akan menambah CES  1 liter. Tiga liter cairan isotonik diperlukan untuk mengganti 1 liter darah yang hilang.
Contoh:
·         NaCl 0,9 %
·         Ringer Laktat
·         Komponen-komponen darah (Alabumin 5 %, plasma)
·         Dextrose 5 % dalam air (D5W)
b.      Hipotonik
Suatu cairan/larutan yang memiliki osmolalitas lebih kecil daripada osmolalitas plasma. Tujuan cairan hipotonik adalah untuk menggantikan cairan seluler, dan menyediakan air bebas untuk ekskresi sampah tubuh.  
Pemberian cairan ini umumnya menyebabkan dilusi konsentrasi larutan plasma dan mendorong air masuk ke dalam sel untuk memperbaiki keseimbangan di intrasel dan ekstrasel, sel tersebut akan membesar atau membengkak. Perpindahan cairan terjadi dari kompartemen intravaskuler ke dalam sel. Cairan ini dikontraindikasikan untuk pasien dengan risiko peningkatan TIK. Pemberian cairan hipotonik yang berlebihan akan mengakibatkan:
1.      Deplesi cairan intravaskuler
2.      Penurunan tekanan darah
3.      Edema seluler
4.      Kerusakan sel
Karena larutan ini dapat menyebabkan komplikasi serius, klien harus dipantau dengan teliti.
Contoh:
·         dextrose 2,5 % dalam NaCl 0,45 %
·         NaCl  0,45 %
·         NaCl 0,2 %
c.       Hipertonik
Suatu cairan/larutan yang  memiliki osmolalitas lebih tinggi daripada osmolaritas plasma. Pemberian larutan hipertonik yang cepat dapat menyebabkan kelebihan dalam sirkulasi dan dehidrasi. Perpindahan cairan dari sel ke intravaskuler, sehingga menyebabkan sel-selnya mengkerut.
Cairan ini dikontraindikasikan untuk pasien dengan penyakit ginjal dan jantung serta pasien dengan dehidrasi.
Contoh:
·         D 5% dalam saline 0,9 %
·         D 5 % dalam RL
·         Dextrose 10 % dalam air
·         Dextrose 20 % dalam air
·         Albumin 25

Sabtu, 15 Maret 2014

Role Play Komunikasi Terapeutik Pada Anak Usia Sekolah


ROLE PLAY KOMUNIKASI DALAM KEPERAWATAN
KOMUNIKASI TERAPEUTIK PADA ANAK USIA SEKOLAH

Narator                : Aprilia Wahyuningsih      
Kepala Bangsal   : Apriliani Nur Hidayah
Perawat               : Arief Eri Setiawan
Pasien Nisa          : Aprilia Wahyuningsih
Ibu Dina              : Apriliani Nur Hidayah
Di Rumah Sakit Sinar Asih terdapat pasien anak usia sekolah umurnya 7 tahun dengan didampingi ibunya, dia bernama Nisa. Nisa sudah 3hari di rawat di ruang mawar no.004, dia dirawat karena keracunan makanan yang dibelinya saat di Sekolah. Pagi hari perawat Arif bertugas untuk memberikan obat kepada pasien Nisa. Sebelum perawat Arif menemui pasien Nisa, terlebih dahulu dia izin ke kepala bangsal.
Perawat Arif : Selamat pagi Bu ?
Kepala bangsal : selamat pagi, silahkan duduk. Ada apa yah mas ?
Perawat Arif : begini bu, menurut catatan rekam medis yang ada, bahwa pasien Nisa yang dirawat di ruang mawar nomor 004 pagi ini jadwalnya untuk minum obat. Saya akan membantunya minum obat. Bagaimana bu, apakah saya diizinkan ?
Kepala bangsal : baik, kalau begitu lakukan sesuai prosedur yang ada yah mas.
Perawat Arif : baik bu, terimakasih. Kalau begitu saya permisi dulu.
Kepala bangsal : iya, silahkan.
                                 Perawat Arif menghampiri pasien Nisa di ruang mawar nomor 004 dengan membawa obat. Namun mengetahui bahwa nisa akan disuapin obat, dia ketakutan karena tidak suka dengan rasa pahit obat tersebut.
Perawat Arif : assalamu’alaikum, selamat pagi Ibu.
Ibu Dina : waalaikum salam mas.
Perawat Arif : perkenalkan bu, nama saya perawat Arif. Saya bertugas dari jam 07.00 sampai jam 12.00 siang nanti. Anak ibu namanya dek Nisa yah bu?. Kebetulan hari ini saya yang akan merawat anak ibu. Hari ini saya akan memberikan obat kepada anak ibu, tujuannya supaya rasa nyeri pada perut anak ibu bisa berkurang. Nanti ibu bisa tolong membantu saya supaya anak ibu mau meminum obat. Bagaimana bu, apakah ibu bersedia?
Ibu Dina : oh begitu yah mas, yasudah nanti saya akan bantu supaya anak saya cepet sembuh.
Perawat Arif : baik bu, sejauh ini bagaimana keadaan dek nisa, bu ?
Ibu Dina : ya begini lah mas, rewel disuruh minum obat ngga mau.
Perawat Arif : oh begitu yah. Nah, dek Nisa apa kabar ?
Nisa : baik mas, aku sehat.
Perawat Arif : wah dek nisa sudah sehat yah. Biar dek nisa tambah sehat, dek nisa minum obat ini dulu yah.
Nisa : apa itu mas, aku ngga mau minum obat, obatnya pahit !
Ibu Dina : Nisa yang nurut yah, biar nisa cepet pulang kerumah. Nanti nisa bisa sekolah lagi.
Perawat Arif : iya dek nisa, ini syrup. Dek nisa pernah minum syrup yang rasa strawberry kan? Ini manis kok. Coba dulu yuk. Coba sedikit aja. Manis kok dek.
Nisa : beneran ngga pahit mas ? mas dulu coba yang minum.
                          Perawat Arif menuangkan madu pada sendok dan diminumnya supaya pasien Nisa percaya dan mau meminum obat. Lalu, perawat Arif meminta pasien Nisa untuk meminumna satu tetes.
Perawat Arif : hemm, tuh, manis kan dek? Engga pahit?
Nisa : iya mas, enak.
Perawat arif : nah sekarang dek nisa minum lagi yah, tadi kan cuma minum sedikit.
            Perawat Arif menuangkan obat yang sebenarnya diminum pasien Nisa pada sendok yang sudah disiapkan, tidak menaruh madu lagi.
Nisa : (merasa kepahitan)
            Nisa merasa kepahitan dengan obat yang diminumnya. Lalu perawat Arif memberi madu lagi supaya Nisa tidak merasa pahit lagi. Setelah pemberian obat selesai, perawat Arif pamit kepada Ibu Dina dan pasien Nisa.
Ibu Dina : makasih yah mas, mas sudah membantu anak saya minum obat. Dari kemaren dia nangis terus, perutnya kesakitan. Alhamdulilah setelah dibantu mas, dia nurut minum obat.
Perawat Arif : iya bu, sama-sama. ini sudah menjadi tugas saya untuk membantu dek Nisa minum obat, dan saya jug senang membantunya. Dek nisa cepet sembuh yah, biar bisa sekolah lagi, main sama teman-teman dek Nisa lagi.
Nisa : iya mas.
Perawat Arif : kalau begitu saya permisi dulu yah Bu. Nanti jam 12.00 saya akan kesini lagi untuk melihat keadaan dek nisa selanjutnya, sekaligus mengantarkan makanan untuk dek Nisa. Semisal ibu perlu bantuan saya lagi sebelum jam 12.00, ibu bisa memencet tombol yang ada disamping tempat tidur dek Nisa atau ibu bisa menemui saya di ruang keperawatan yah bu. Assalamu’alaikum bu.
Ibu Dina : waalaikum salam.

ASMA????


ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN ASMA BRONKIAL

1.      Pengartian
Asma Bronkial adalah penyakit pernafasan obstruktif yang ditandai oleh spame akut otot polos bronkiolus. Hal ini menyebabkan obsktrusi aliran udara dan penurunan ventilasi alveolus.
( Huddak & Gallo, 1997 )
       Asma adalah penyakit jalan nafas obstruktif intermiten, reversibel dimana trakea dan bronchi berspon dalam secara hiperaktif terhadap stimuli tertentu.
      ( Smeltzer, 2002 : 611)
Asma adalah obstruksi jalan nafas yang bersifat reversibel, terjadi ketika bronkus mengalami inflamasi/peradangan dan hiperresponsif. (Reeves, 2001 : 48)

2.      Penyebab
a.       Faktor Ekstrinsik (asma imunologik / asma alergi)
-         Reaksi antigen-antibodi
-         Inhalasi alergen (debu, serbuk-serbuk, bulu-bulu binatang)
b.       Faktor Intrinsik (asma non imunologi / asma non alergi)
-         Infeksi : parainfluenza virus, pneumonia, mycoplasmal
-         Fisik : cuaca dingin, perubahan temperatur
-         Iritan : kimia
-         Polusi udara : CO, asap rokok, parfum
-         Emosional : takut, cemas dan tegang
-         Aktivitas yang berlebihan juga dapat menjadi faktor pencetus.
(Suriadi, 2001 : 7)

3.      TANDA DAN GEJALA

1.       Stadium dini
Faktor hipersekresi yang lebih menonjol
a. Batuk dengan dahak bisa dengan maupun tanpa pilek
b. Rochi basah halus pada serangan kedua atau ketiga, sifatnya hilang timbul
c. Whezing belum ada
d.Belum ada kelainan bentuk thorak
e. Ada peningkatan eosinofil darah dan IG E
f.  BGA belum patologis

Faktor spasme bronchiolus dan edema yang lebih dominan

a.       Timbul sesak napas dengan atau tanpa sputum
b.      Whezing
c.       Ronchi basah bila terdapat hipersekresi
d.      Penurunan tekanan parsial O2
2. Stadium lanjut/kronik
a.       Batuk, ronchi
b.       Sesak nafas berat dan dada seolah –olah tertekan
c.       Dahak lengket dan sulit untuk dikeluarkan
d.      Suara nafas melemah bahkan tak terdengar (silent Chest)
e.       Thorak seperti barel chest
f.        Tampak tarikan otot sternokleidomastoideus
g.       Sianosis
h.       BGA Pa O2 kurang dari 80%
i.         Ro paru terdapat peningkatan gambaran bronchovaskuler kanan dan kiri
j.         Hipokapnea dan alkalosis bahkan asidosis respiratorik
 (Halim Danukusumo, 2000, hal 218-229)

4.      Tanda dan gejala
            Bising mengi (wheezing) yang terdengar dengan/tanpa stetoskop
            Batuk produktif, sering pada malam hari
            Nafas atau dada seperti tertekan, ekspirasi memanjang
   

Mengenal SARS


SARS (Severe Acute Respiratoty Syndrome) adalah suatu jenis penyakit pernapasan akibat virus yang pertama kali terjadi di beberapa negara Asia. Penyakit ini kemudian menyebar ke Amerika dan Eropa. Virusnya bernama SARS-CoV (SARS Coronavirus) yang menyerang saluran pernapasan bagian atas. Para ahli percaya, SARS pertama kali berkembang di dalam tubuh binatang. Hal ini berdasarkan temuan mereka akan virus yang sama di dalam tubuh musang. Musang ini di Cina dikonsumsi sebagai makanan saat keadaan terdesak. 
  Persebaran Sars
Cara penularan penyakit melalui kontak langsung dengan penderita SARS baik karena berbicara, terkena percikan batuk atau bersin (“Droplet Infection”). Penularan melalui udara, misalnya penyebaran udara, ventilasi, dalam satu kendaraan atau dalam satu gedung diperkirakan tidak terjadi, asal tidak kontak langsung berhadapan dengan penderita SARS. Masa penularan dari orang ke orang belum teridentifikasi dengan jelas. Untuk sementara, masa menular adalah mulai saat terdapat demam atau tanda-tanda gangguan pernafasan hingga penyakitnya dinyatakan sembuh. Periode aman dari kemungkinan terjadinya penularan pada unit pelayanan atau pada kelompok masyarakat yang terjangkit KLB SARS adalah setelah lebih dari 14 hari sejak kasus terakhir dinyatakan sembuh.
  Penyebab Sars
Para ilmuwan kian meyakini bahwa virus dari keluarga corona adalah penyebab SARS. Ilmuwan dari Hong Kong mengaku bahwa mereka telah berhasil menunjukkan dengan tepat virus corona itu setelah mengidentifikasi bagian kecil dari sampel DNA pasien yang terinfeksi SARS. Hasil riset ilmuwan Hong Kong ini didukung hasil riset Institut Pasteur di Perancis dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Atlanta, AS.
Dr Mark Salter dari WHO menyatakan, virus itu biasanya menyerang binatang, umumnya babi ( Virus ini pertama kali ditemukan oleh Twnell dari USA pada tahun 1965 dan berhasil melakukan kultur yang ditemukan pada manusia dengan gejala Commond Cold dan penyakit Infeksi saluran pernapasan bagian atas, biasanya virus ini muncul pada musim dingin dan awal musim semi, jika virus ini berasal dari Babi, maka pada manusia akan menyebabkan kelainan Gastro Enteritis, jika berasal dari ayam , pada manusia akan menyebabkan bronchitis dan jika berasal dari tikus, pada manusia akan menyebabkan Hepatitis, virus ini juga dapat ditemukan pada penderita HIV/AIDS yang menderita Diare), yang dengan berbagai cara akhirnya menyebar ke manusia.